Tak Mau Dosa Maunya Doa (2)

Tak Mau Dosa Maunya Doa

Dari Bagian 1…

Gua juga nggak kira bakal punya mobil karena biaya hidup di sini aja sudah mahal. Dengan keadaan ekonomi keluarga gua yang sederhana, mana mungkin gua bisa beli mobil di Amerika? Tuhan ternyata memberi berkali-kali lipat lebih daripada apa yang bisa gua pikir (Ef 3:20).

Bulan pertama di Amerika gua udah bisa punya mobil baru yang bentuknya gua suka sekali. Waktu itu belinya sebelum dollar naek. Puji Tuhan bahwa kita punya Tuhan yang mempunyai rancangan yang terbaik buat kita. Sampai detik ini gua masih nggak percaya itu semua bisa terjadi. Jadi jangan kuatir tentang hari depan kita. Tuhan selalu memperhatikan dan memberikan lebih daripada apa yang kita minta. Nggak ada gunanya kuatir. Soalnya dengan kekuatiran, kita bisa apa? Bukankah malah tambah pusing?

Dalam Matius 6:25-27 tertulis, “Karena itu Aku berkata kepadamu: Janganlah khawatir akan hidupmu, akan apa yang hendak kamu makan atau minum, dan janganlah khawatir pula akan tubuhmu, akan apa yang hendak kamu pakai. Pandanglah burung-burung di langit, yang tidak menabur dan tidak menuai dan tidak mengumpulkan bekal dalam lumbung, namun diberi makan oleh Bapamu di Sorga. Bukankah kamu jauh melebihi burung-burung itu?”

Mujizat Berlanjut

Tuhan juga menunjukan lagi kuasa dan mujizatnya yang lain. Waktu sekolah di Long Beach, kelas jam 10 pagi. Saat itu gua tinggal di Irvine. Ke Long Beach sekitar 20 menit, itupun kalo nyetir ala formula 1. Nah hari Rabu gua masih inget, gua bangun jam 9:50 pagi. Wah akhirnya dengan jurus mandi “kucing kepeleset got” (kena air langsung keluar…), akhirnya bisa berangkat secepetnya.

Di mobil nyantai-nyantai aja, karena gua tahu pasti gua telat banget. Pikiran gua mau skip tuh kelas. Malu kan, baru dateng, terus kelasnya bubar. Dalam perjalanan, ada suara dalam otak gua dan gua yakin itu suara si musuh yang bilang, “Eh lu ngapain sih percaya sama Tuhan, lu kehilangan banyak yang enak tuh. Ngapain mengabdi sama Tuhan pelayanan capek-capek. Udah tahu rugi dan emangnya Tuhan ada? Mana bukti nyatanya? Jangan cuma asal bilang Tuhan itu ada dan segala kebaikan yang lu terima itu berasal dari Tuhan. Bisa aja itu semua karena nasib baik. Emangnya lu pernah liat Tuhan? Dan apakah benar Tuhan yang lu sembah itu seperti apa yang lu pikirkan selama ini?”

Wah gua kaget juga tiba-tiba ada pikiran gitu dan sembari dengerin lagu rohani, pikiran itu tinggal pikiran aja, gua nggak begitu peduliin. Biarpun gua nggak tanggepin tuh pikiran, sebenernya kalo mau dilihat, iman gua goyah juga sedikit. Dengan nada iseng, dan selewat doang gua bilang sama Tuhan, “Tuhan kalo Kau memang ada, tunjukin deh biar gua nggak telat.” Ddalam hati, itu mustahil, masa nyetir 5 menit bisa nempuh 30 miles (45 km)?

Karena gua pikir mustahil, jadinya gua ketawa-ketawa aja. Namanya juga iseng. Tetapi namanya Tuhan, Dia kapan aja, di mana aja, kalo lagi pengen tunjukin bahwa Dia tuh ada, yah bisa kejadian.

Gua nyampe di gedung parkir jam 10:25, telat 25 menit. Jadi yah gua coba deh jalan ke kelasnya. Pas nyampe di sana, gua kaget, lho ternyata, kok kosong? Apa jangan-jangan udah bubar cepetan? Terus gua liat jam sekolah ternyata masih jam 9:25.

Yaaaaaaa ampunnnnnnn, hari itu DAYLIGHT SAVING TIME boo! Dan gua lupa puter jam gua. Sekarang malah dateng kecepetan 35 menit (kalo di amrik, setiap bulan Oktober/April, kita majuin/mundurin 1 jam). Wah gemeter deh gua inget perkataan gua ke Tuhan sebelumnya. Gua balik ke gedung parkir, tiduran di mobil dan memuji Tuhan, dari situ iman gua, puji Tuhan, semakin mantap! Sungguh luar biasa Tuhan kita, penuh kejutan dan keajaiban!

Ernest Sahabat Seperjalanan Menuju Bapa

Merenung dan Beraksi

Gua sekarang hanya berusaha semampu mungkin untuk hidup semakin sempurna dan tak kekurangan sesuatu apapun dihadapanNya. Gua masih jauuuuuuuuuuhhh banget dari sempurna. Saat seringkali jatuh dalam dosa, si iblis pun sering menggoda gua, “Hei kamu orang berdosa, apakah kamu layak memuji Tuhanmu dengan keadaan seperti sekarang ini?”

Sebelum gua tahu firman Allah, gua suka lari, bersembunyi, dan menjauhkan diri dari Tuhan dengan perasaan nggak enak sekali. Itu salahsatu tipu muslihat iblis untuk menjauhkan kita dari kasih Allah. Ketahuilah bahwa Tuhan datang bukan untuk menghakimi, tapi untuk mencintai umatnya.

Sekarang gua nggak lari dari Yesus apabila gua berbuat dosa, tetapi gua menghampiriNya dan berkata, “Ampunilah aku orang yang berdosa dan hina ini ya Tuhan, karena aku ini hambaMu yang penuh dengan kelemahan-kelemahan yang terus berusaha untuk tak pernah berhenti mencintai dan menyenangkan hatiMu.”

Sekarang gua selalu bahagia. Gua tetap menyesal dan kecewa kalo jatuh ke dalam dosa, tapi gua nggak pahit hati atau putus asa dan gua nggak mau sembunyi dan menjauhkan diri lagi dari Tuhan. Kegagalan-kegagalan gua akan membawa ketekunan dan ketekunan akan membawa kesempurnaan.

Seperti halnya begini, gua sering dapat nilai jelek di sekolah dalam ulangan bahkan gua pernah nggak lulus 3 kelas karena dapet nilai D. Karena gua nggak putus asa dan semakin rajin untuk belajar dan mengatur strategi untuk bisa lebih baik lagi, maka sekarang gua benar-benar merasakan hasilnya. Lewat pengalaman pahit gua, pelajaran gua sekarang jauh lebih baik nilainya daripada dulu.

Sama seperti waktu kita jatuh dalam dosa. Apabila kita nggak lari dari Tuhan dan membiarkan Roh Kudus untuk membantu kita supaya nggak berdosa lagi, maka kita akan lebih sempurna dari keadaan yang sebelumnya.

Itulah kiranya kesaksian-kesaksian gua semoga semuanya ini semakin membangun, menghibur dan menguatkan hati kita semua. Jesus lives and I want to say…. I looooooove you God :-)

Catatan Warung Surgawi:
• Ernest lulus dari Calstate Long Beach (CSULB) bulan Juli 2002 dan sekarang jadi Chemical Engineer.
• Ernest dan Wanny menikah bulan November 2005 dan saat ini dikaruniai 2 anak. Puji Tuhan doa Ernest digenapi.

Ernest Basarah and Family2

Ernest Basarah

Ernest Basarah – Owner of Wannera.com, Christian Catholic Webstore
Image is licensed under Flickr’s Creative Commons

Tags:

About Guest Author .

Tulisan ini ditulis oleh penulis tamu di Warung Surgawi. Detail mengenai mereka bisa dibaca di artikel di atas.


Subscribe

Subscribe to our e-mail newsletter to receive updates.

No comments yet.

Leave a Reply

Page 1 of 11