Pelajaran Untuk Bersahabat Dengan Alam

Pelajaran Untuk Bersahabat Dengan Alam

Kesaksian ini ditulis oleh salahsatu Obrollers kita, Indra Setiadi. Alleluia!

Satu hari terjadi musibah, rumah gua terkena hujan es dan angin puting beliung. Pintu dan kaca balkon jebol. Lantai gua hancur. Dan karena hujannya horizontal, maka rumah gua seperti kapal Nabi Nuh kalo bocor. Kejadian itu terjadi pas gua dan istri lagi kerja.

Jadi perpustakaan gua sementara hancur. Buku-buknyanya sih selamat karena lemarinya tertutup, tapi saat ini lantainya berantakan. Depresi juga ngeliatnya.

Memang pintu balkon gua di desain seperti melawan alam sih, terlalu tinggi untuk nahan kalo ada angin kenceng. Ceritanya demi mendapatkan pemandangan yang bagus.

Gua bersyukur bahwa anak gua baik-baik aja karena dia pas lagi di rumah opa omanya. Di rumah gua juga pas ada tukang yang lagi ngecat, jadi dia bisa beliin kayu triplex dan masang di tempat yang tadinya jendela, balkon, dan pintu, jadi kerusakan nggak tambah parah.

Ya intinya gua jadi sadar bahwa sebagai manusia kita harus bersahabat dengan alam. Secara spesifik dalam hal ini adalah, kalo kita ngedesain atau ngerakit sesuatu disesuaikanlah dengan kondisi alam setempat. Tuhan menciptakan alam agar kita nikmati, nggak untuk dieksploitasi atau dilawan. Melawan alam sama saja melawan PenciptaNya.

Adrianus Indra Setiadi

Adrianus Indra Setiadi
Image is licensed under Flickr’s Creative Commons

Tags:

About Guest Author .

Tulisan ini ditulis oleh penulis tamu di Warung Surgawi. Detail mengenai mereka bisa dibaca di artikel di atas.


Subscribe

Subscribe to our e-mail newsletter to receive updates.

No comments yet.

Leave a Reply

Page 1 of 11