Mengampuni Mulai Dari Niat

mengampuni mulai dari niat

Saat kita marah, itu seperti minum racun, tapi mengharapkan orang lain yang mati. Kata-kata dari salahsatu temen baik yang selalu terngiang. Pengampunan sering adalah hal yang sulit. Tapi saat pengampunan itu terjadi, ada satu batu besar yang terangkat dari hati kita. Air kehidupan yang tadinya mampet dan hanya netes, menjadi deras seperti air terjun. Betapa segar dan indahnya saat kita bisa berenang di dalamnya.

“Susah Chan, abis dianya yang salah duluan sih….”

Coba bayangin kalo Yesus yang lagi disalib ngomong hal yang sama, “Susah Bapa, abis dianya yang dosa duluan sih….”

Wah, udah menderita, hatinya pahit pula. Sedih banget.

Tapi Tuhan memberi contoh untuk mati membuktikan Cinta sambil bilang, “Ampuni mereka….” Saat hati kita manis, penderitaan yang sulit jadi bisa manis dan berarti.

Saat kita memberi, kita memiliki. Saat kita memberi pengampunan, kita mempunyai sesuatu yang dunia rindukan. Kita kaya. Pengampunan membawa berkat. Pertama-tama untuk diri sendiri. Itu sangat penting. Karena saat hidup kita selesai, kita akan menghadap Bapa untuk mempertanggungjawabkan hidup kita sendiri juga.

Walaupun susah untuk mengampuni mulailah dari niat dulu. Mulailah dengan sebatas niat jika emang saat ini itulah hal terbaik yang bisa kita lakukan. Berikan yang terbaik dan biarlah Tuhan yang membuka jalan dan menunjukkan langkah selanjutnya.

Pengampunan. Saat itu terjadi, bersiaplah, karena di saat itulah kita akan mengalami Mujizat Cinta di dalam hidup dan hati kita.


Bro Chan – Life Coach
Image is licensed under Flickr’s Creative Commons

Tags:

About Bro Chan .

Chanuka Erdita (a.k.a. Bro Chan) adalah pendiri dan editor dari IgnitedHeart.com dan WarungSurgawi.com.


Subscribe

Subscribe to our e-mail newsletter to receive updates.

No comments yet.

Leave a Reply

Page 1 of 11