Tiap kali dengerin lagu natal, gue selalu ada rasa tersentuh. Saat gue hening, ada perasaan sepi. Kenapa kok sepi?
Pertama-tama, gue selalu keingetan suasana natal pas dulu masih kecil. Tiap natal kita kumpul di rumah nenek gue. Bareng saudara-saudara, kita main, bikin hadiah, tertawa becanda bareng, makan-makan, dan suasana rame yang selalu dipenuhi sukacita. Pohon natal selalu ada di pojok ruangan, dipenuhi lampu-lampu dan hiasan warna-warni.
Suasana ini begitu membekas. Serasa baru kemaren, tapi kalo dipikir-pikir, itu udah 30 tahun yang lalu.
Gue renungin lebih dalam lagi. Kerinduan seperti ini sungguh adalah kerinduan surgawi. Gue rindu untuk pulang ke rumah Bapa, kumpul di dalam cinta dengan semua jiwa yang ngumpul di dalam Kerajaan Terang. Masing-masing jiwa dengan warnanya sendiri-sendiri, tapi saat kita kumpul bersama, kita jadi pelangi.
Tuhan ngajarin bahwa Kerajaan Allah bukan hanya dimulai nanti, tapi dimulai hari ini. Hal apakah yang bisa gue lakukan untuk menghadirkan kerajaan ini sekarang buat keluargaku yang tercinta.
Mungkin kecupan di kening anakku sambil mengatakan aku sayang padanya? Mungkin menggandeng kekasihku dan bersyukur untuk kehadirannya? Mungkin menghabiskan waktu bersama sahabatku untuk ngobrol mengenai impian hidup dan saling curhat?
Kekasihku, anakku, sahabatku, semua akan berlalu, satu hari kita semua akan berlalu, tapi cinta tetap ada selama-lamanya. Saat kita hidup di dalam cinta, kita menjadi mahluk kekal.
Obrollers, kalo saat ini engkau lagi denger lagu natal dan ada perasaan haru, gunakan sentuhan itu untuk mengekspresikan cintamu kepada orang-orang yang kamu cintai.
Dari Warung Surgawi, Merry Christmas 2011.
—
Bro Chan – Life Coach
Image is licensed under Flickr’s Creative Commons











