Hari ini gua lagi berangan-angan. Alangkah indahnya jika kita bisa tanpa malu-malu dan secara natural bisa PDA (Public Display of Affection) kepada Tuhan seperti ke orang-orang yang kita cintai.
Gua inget ada satu pasangan yang saat ini udah termasuk lansia (lanjut usia), tapi masih aja mesra. Gua seneng kalo mikirin mereka. Keliatan kemesraannya nggak dibuat-buat namun memang menunjukkan cinta mereka akan satu sama lain. Mungkin di benak Obrollers ada juga contoh pasangan yang demikian. Atau syukurlah kalau kita sendiri ternyata yang seperti itu dengan orang-orang yang kita cintai. Nah hubungan seperti inilah yang gua pengen miliki senantiasa dengan Tuhan kita!
Namun sedih banget nggak sih, sering hubungan gua ama Tuhan kembali ke hubungan Penataran P4 (wah, ketauan tuanya gua..). Inget nggak Penataran P4 dan antek-anteknya itu? Ya kewarganegaraan lah, ya PMP lah, semuanya hanya ngomongin dan ngapalin peraturan mana yang salah dan mana yang bener. Apa yang layak dilakukan saat pelajaran-pelajaran tersebut yang bener-bener cuma ngomongin peraturan dan ngapalin UU sampe ke titik koma? Ya, benar sekali, saatnya TIDUR!
Nah saat hubungan gua sama Tuhan kembali ke hubungan Penataran P4, yakni terbatas dengan peraturan hukum, apakah sesuatu itu dosa atau nggak, maka nggak heran kalo iman gua juga jadi apa? Ya, benar sekali, iman gua jadi TIDUR juga!
Padahal Tuhan menawarkan jauh lebih dari sekadar Penataran. Cuma emang kitanya aja kadang-kadang mengurung dan membatasi penerimaan kita. Seakan-akan ada yang mau ngasih kita satu juta rupiah, tapi kitanya cuma mau nerima lima ratus rupiah.
Obrollers, gua share ini dalam rangka mengajak lagi kita semua untuk menelusuri lebih jauh hubungan kita sama Tuhan. Tuhan itu tak ada batasnya. Mau ditelusuri kemanapun, gua yakin seyakin-yakinnya bahwa kita akan menemukan keindahan dan kekaguman yang baru. Biarlah kita mengalami Tuhan, mengasihi dan dikasihi Tuhan, tanpa batasan-batasan yang dibuat oleh manusia lain dan diri kita sendiri. Amen!
“Jadi pergilah dan pelajarilah arti firman ini: Yang Kukehendaki ialah belas kasihan dan bukan persembahan, karena Aku datang bukan untuk memanggil orang benar, melainkan orang berdosa.” – Mat 9:13
—
By: Adrianus Indra Setiadi
Image is licensed under Flickr’s Creative Commons












