Sep 29, 2008

Alkitab Canggih

Malem-malem gue mampir ITC Fatmawati Jakarta karena mau download lagu-lagu rohani ke cell phone. Begitu sampe sana, tokonya udah pada mulai tutup walau kalo menurut jadwal jam buka mereka gue harusnya masih punya setengah jam. Yang tutup termasuk toko yang nyokap gue pengen tunjukin. Pas lagi jalan mau keluar, gue ngelirik satu kios yang dijaga ama abang-abang gondrong. Walau gondrong tapi gue lihat sinar matanya baik, cieee... lho Yesus dong? Gondrong tapi baek...? Gue ngangguk ke dia. Terus nggak sengaja gue lihat tulisan di atas kiosnya, “Download alkitab.” Hey, nggak ada yang kebetulan ama Tuhan. Gue datengin lah si abang gondrong ini.

Selidik punya selidik, jadilah gue ngedownload itu alkitab ke dalem telepon.

Gue pulang seneeeeng banget. Sekarang tiap pagi sambil setengah melek, siang, sore, malem, lagi nungguin orang, lagi bingung mau ngapain, lagi iseng, lagi susah, lagi seneng, lagi puyeng, lagi bete, lagi kuatir, gue tinggal rogoh saku, pencet satu tombol, dan keluarlah alkitab... bahasa Indo pula! Makasih Tuhan untuk karunia teknologi.

“FirmanMu itu pelita bagiku dan terang bagi jalanku” (Mzm 119:105).

Bro Chan

Bookmark and Share
Continue Reading......

Sep 26, 2008

Terdampar Satu Setengah Jam

Setelah perjalanan berjam-jam dari Amrik ke Jakarta (baca: "Pesawatku Bergoyang"), akhirnya sampailah kita di Cengkareng, ALLELUIA!!! Gue udah isi semua dokumen kedatangan, dsb, dsb. Antrilah kita di depan imigrasi selama setengah jam. Cyan, anak gue, begitu baik untuk nunggu dengan sabar walaupun keringat bertetesan. Begitu giliran kita, gue berikanlah semua dokumen. Si petugas bilang, “Maaf pak, ini salah isi, tolong dibetulkan.” Yaaah, sumbang banget!

Paspor amrik pake formulir merah, paspor Indo pake formulir ijo. Gue mana tahu formulir ada macem-macem warna gitu. Gue ngisinya dua-duanya merah karena dikasihnya begitu ama pramugari. Pergilah gue untuk nulis formulir ijo sambil terus menjaga hatiku untuk terus berterimakasih ama Tuhan akan kasih setiaNya (kalo nggak gitu udah pengen ngamuk rasanya...). Sambil ngisi terpikirlah, “Waduh gue entar mesti ngantri setengah jam lagi untuk nyampe depan?” Buang nafas...

Ada hal kedua yang gue juga nggak tahu. Cyan sebagai warga negara Amrik mesti punya visa singgah. Ini gue nggak siap karena terakhir balik pas tahun 2002, istri anak gue yang berwarga negara Amrik nggak perlu pake gitu. Peraturan ternyata udah berubah.

Jadi selain isi formulir ijo, gue dan Cyan ngantri di bagian pengambilan visa singgah. Panas, bejubel, dan panjaaang banget itu antrian. Wah, ngantri lagi? Gue terus doa minta Tuhan beri kekuatan. Gue antri pas bareng orang-orang yang baru mendarat dari Arab. Mereka sesamaku manusia yang gue hargai. Tuhan sayang mereka sama seperti sayang ama gue. Tapi gue harus akui ada dua hal yang gue harus “bertarung.” Pertama, itu orang gedenya pada segue semua dan mereka dorong-dorong nggak jelas. Jadilah antriannya jadi brutal! Waduh, terowongan Mina pindah ke Cengkareng ini?! Kedua, buang nafas... cuma yang kali ini bukan karena berusaha tenang, tapi karena gerombolan orang-orang ini UAB TENGAB! (Bahasa SMA dulu... apa artinya? Balik saja hurufnya). Gue aja sesek nafas, apalagi Cyan. Dia minta gendong, tangan gue penuh kertas. Akhirnya gue minta dia berdiri di pojokan di luar barisan antrian untuk nunggu gue.

Sambil ngantri gue kepikiran tas bagasi gue apa kabar nih?

Kalo gue terjebak tiga hal, formulir ijo, antri brutal, dan uab tengab, tapi Tuhan jawab dengan TIGA mujizat!

Yang pertama, pas akhirnya kelar antri setelah 45 menit di bagian visa singgah, di bagian imigrasi TIDAK ada orang antri sama sekali. Kosong blong... Gue dateng ke petugas yang sama sambil memandang tajam walau tetep dengan kepala dingin. Dia jadi nggak enak dan ngajakin gue ngobrol sambil sok ngasih info soal-soal keimigrasian.

Yang kedua, pas gue mau ambil bagasi, salahsatu porter udah ada yang ngumpulin 3 tas gue dan dia tungguin sambil cari-cari “Pak Erdita.” Puji Tuhan!

Yang ketiga, mujizat yang terbesar, setelah satu setengah jam terdampar di pulau imigrasi, akhinrya kita bisa keluar. Gue suruh Cyan lari cari “Eyang Kakung”nya. Waktu ketemu terjadilah peluk satu sama lain, bokap-nyokap, gue, Cyan, adik gue dan calon suaminya. Mujizatnya di mana? Saat gue lihat ekspresi bokap-nyokap yang ketemu Cyan, aaah, satu setengah jam yang gue harus lewati serasa begitu enteng. Dibanding ekspresi mereka, satu setengah jam gue nggak ada artinya. Terim kasih Tuhan!

Melewati lembah kekelaman aku tak takut bahaya karena Engkau besertaku. Kebajikan dan kemurahan belaka yang akan mengikuti aku seumur hidupku (Mzm 23:4-6)

Bro Chan

Bookmark and Share
Continue Reading......

Sep 24, 2008

Berkat Tuhan Melimpah Atasku


Oleh: Tante Erlina

Masa kecilku, biasa-biasa saja
Tak banyak teman, kupunya
Sering kubermain sendiri
Tak ada tempat untuk mengadu

Masa remajaku bersenang-senang
Bersuka ria mengikuti pergaulan
Masa dewasa kumasuki
Mulai mencari-cari makna hidup ini

Perselisihan... pertengkaran...
penderitaan... kesusahan...
Kegembiraan... silih berganti...
Bagaikan makanan sehari-hari

Hingga tiba saatnya...
Waktu yang telah ditentukan
Mata dan hatiku terbuka
Aku rindu akan "Tuhanku"

Aku ingin mengenal "Tuhanku"
Dimanakah... "Dia"?
kemanakah aku harus mencariNya?
Layakkah aku ini???

Ketika kumelihat masa laluku
Nampaknya aku orang yang tak beruntung
Sahabat tak kupunya
Masa laluku tak ada yang patut dibanggakan

Tetapi... setelah kukenal "Tuhanku"
Aku dapat melihat dan merasakan
Betapa beruntungnya aku ini
Sebab betapa besarNya Kasih "Tuhanku" padaku

”Tuhanku...” sahabatku
Masa kecil sendiri, itu yang Tuhan ajarkan untuk mandiri
Masa remaja bersenang-senang, mengajarkan kebahagiaan yang tak kekal di dunia ini
Di masa dewasa Tuhan limpahkan berkat yang tak berkesudahan didalam hidupku Keluarga yang utuh dan patuh
Segala kebutuhanku dipenuhiNya

Di masa tua, “Tuhanku” memberi kesempatan melihat semua itu
Betapa sayangNya dan tak pernah meninggalkan umatNya
Walaupun aku manusia yang penuh dosa ini
Tak henti-hentiNya Ia membimbingku

Setiap hari... setiap waktu... setiap detik...
BerkatNya selalu melimpah... yang dapat kurasakan
Karena “Tuhanku” ada di hatiku
Tak jauh dariku

Bookmark and Share
Continue Reading......

Sep 22, 2008

Tuhan Penuhi Kebutuhanku


Oleh: Tante Erlina

Waktu aku dan kedua anakku datang ke Amrik, saat itu di i\Indo pembangunan lagi maju-majunya. Tampak hampir seluruh penduduknya hidup cukup, berkelimpahan, tenang, dan damai, termasuk suamiku yang usahanya sebagai subkontraktor cukup maju. Tetap saja ketika aku mendapat kesempatan untuk bisa pergi ke Amrik, tak kusia-siakan peluang itu. Singkat cerita sampailah aku dan kedua anakku di Los Angeles pada tanggal 5 Agustus 1993.

Walaupun mendapat kiriman uang untuk biaya hidup, memulai hidup di LA tidaklah segampang yang kita bayangkan. Dengan suasana yang benar-benar sangat berbeda, kita dituntut untuk mempunyai mental tahan banting. Puji Tuhan, semua itu dapat kami atasi bersama. Pada suatu hari di Indo suasana berubah, ekonominya jatuh termasuk juga usaha suamiku macet yang mengakibatkan nggak bisa kirim bantuan lagi. Sampai satu tahun dia nggak bisa kirim uang. Aku minta dia untuk datang ke LA agar bisa bantu aku untuk memenuhi kebutuhan hidup. Aku sudah punya dua job tapi masih belum tercukupi. Singkatnya pada tanggal 14 februari 1998 suamiku tiba di LA.dan beberapa bulan kemudian dia mendapat pekerjaan.

Suatu hari kami berusaha untuk mendapatkan status legal untuk dapat tinggal di Amrik dengan jalan apply asylum. Hanya itu yang dapat kami lakukan walaupun itu membutuhkan banyak biaya. Permohonnan asylum kita ditolak jadi kita harus naik banding. Bersamaan dengan itu anakku yang besar akan masuk University dan krn status kami belum jelas maka anak kami dikenakan tuition sebagai international student. Dua kejadian tersebut membuat aku “down,” sedih, takut. Aku harus pikirkan cara untuk mengatasi semua ini. Saat itulah aku mulai cari Tuhan. Aku rindu Tuhan dan aku mulai lebih banyak berdoa. Di samping itu aku harus tambah satu job lagi untuk memenuhi kebutuhan biaya hidup di LA. Suatu hari Tuhan jamah hatiku yang mana aku rasakan hidupku ini udah nggak bener, kerja keras, tiga job, nggak ada waktu untuk pergi ke Gereja. Siang malam hanya mencari uang, aku pikir pasti dapat memenuhi kebutuhan. Kenyataannya masih jauh dari itu. Hatiku terasa kosong, ada sesuatu yang kurang. Jadi aku putuskan untuk melepaskan satu job. Eh... hatiku masih juga belum tenang... Lalu aku lepaskan lagi satu job dengan keyakinan yang pasti bahwa Tuhanku pasti akan mencukupiku. Aku yakin kalau bukan karena pekerjaan Tuhan, aku nggak akan berani dan sanggup untuk melepaskan semua itu.

Jadilah aku hanya punya satu job dan dengan itu hatiku mulai tenang dan aku pasrah serahkan semua itu pada Tuhanku. Nggak menunggu terlalu lama, mulailah Tuhan buktikan akan janji-janjiNya. Dipenuhilah firmanNya. Ia cukupi segala kebutuhanku hanya dengan satu job dan aku diberiNya waktu untuk mengenalNya lebih dekat lagi. DitambahkanNya juga kerinduanku akan firman-firmanNya. Semakin aku lebih mendekatkan diriku padaNya, makin aku diberiNya segala kelimpahan, jasmani dan terutama rohaniku. Kelimpahan itu terus berlangsung, berkat-berkat tercurah dari surga hingga pada tanggal 9 februari 2004 Tuhan kasih aku rumah doa, rumah tempat tinggal yang berdampingan dengan Gereja yang mana setiap saat aku bisa datang menemui Tuhan. Mulailah rumah doaku dipakai untuk Persekutuan Doa dan Rosary Care Group serta doa Novena setiap minggu. Anakku yang besar tahun 2006, dan yang kecil tahun 2007 lulus University... Alleluia!

Berkat terus tercurah, kami semua sukacita selalu dan yang kami pikirkan hanya satu, ialah MENYENANGKAN HATI BAPA... amin! Dan yang lebih membuat hatiku sukacita saat ini, Bapaku memilih aku untuk menjadi prajuritnya dan diberinya seorang pembimbing yaitu Chanuka yang dengan bimbingannya, aku lebih lagi mengerti akan firman-firman Tuhan yang jadi tujuanku hidup di dunia ini. Kalau bukan jalan Tuhan nggak mungkin aku bisa datang ke Amrik ini dan hidup berkelimpahan disini. TERIMAKASIH TUHAN, aku mengucap syukur. Amin!

Bookmark and Share
Continue Reading......

Sep 20, 2008

Tulisan Mantap

Obrollers, gue mau share 3 buku yang mantap abis nih untuk pertumbuhan iman kita. Ketiga buku ini bukan kayak buku novel yang modelnya buat baca ngebut, tapi yang lebih enak dan meresap kalo tiap halamannya dihayati satu-persatu. Apa yang ditulis di dalam ketiga buku ini banyak sekali menolong gue dalam menjawab pertanyaan-pertanyaan rohani yang muncul dalam perjalanan iman gue sendiri.

Gue terutama rekomendasi buku-buku ini buat mereka yang udah ikutan Retreat Awal (Seminar Hidup Baru Dalam Roh) dan yang saat ini juga udah berjalan ikut Tuhan untuk melayani selama beberapa tahun. Bahasanya mudah namun kadang isi tulisannya tidak semudah bahasanya. Banyak hal-hal yang mereka tulis yang akan menantang kita untuk mengubah hal-hal tertentu dalam kehidupan kita. Ada hal-hal lain yang akan meneguhkan dan menjawab keragu-raguan kita. Dan juga ada hal-hal tertentu yang mungkin kita masih belum dapat mengerti karena kita sendiri belum pernah mengalaminya dalam perjalanan kehidupan rohani kita bersama Tuhan Yesus.

Buku pertama adalah cerita mengenai kehidupan St. Fransiskus dari Asisi. Cerita-cerita ini banyak diangkat dari tulisan-tulisan orang yang pernah menyaksikan kehidupan St. Fransiskus, bagaimana dia mengubah setiap tantangan hidupnya menjadi alat untuk membuat dia semakin dekat dengan Kristus.

Buku kedua adalah surat “curhat” St. Padre Pio kepada pembimbing rohaninya. St. Pio adalah salahsatu orang yang menerima karunia stigmata dari Tuhan (karunia luka-luka Kristus di badannya). Lewat surat-suratnya, kita memperoleh kesempatan untuk melihat ke dalam hati seseorang yang begitu lemah lembut dan bergantung kepada Tuhan dalam segala penderitaannya.

Buku ketiga adalah buku harian St. Faustina dari Kowalska. Tulisannya akan sangat menolong orang-orang yang Tuhan panggil untuk menjadi pendoa. Karunia pendoa adalah salahsatu karunia yang mulia karena tak pernah terlihat oleh orang lain di depan layar. Lewat tulisan ini kita dapat melihat keakraban yang dia miliki dan juga sekaligus kebingungan yang kadang dia alami bersama Yesus.

Bro Chan







Bookmark and Share
Continue Reading......

Sep 19, 2008

Pesawatku Bergoyang

Naik pesawat ke Indo buat gue kayaknya udah bosen banget tapi buat anak gue lain. Buat Cyan ngeliat pesawat segede gitu bikin dia kagum. Apalagi waktu dia tahu bahwa kita dikasih makan di atas pesawat. Begitu seneng dia. Gue sampe bingung dan nyadar sambil memaklumi bahwa dia biasanya naik pesawat cuma dari Portland ke Los Angeles yang makanannya cuma kacang doang (itupun dia nggak bisa makan karena alergi). Kasihan juga nih anak amrik, ngeliat pesawat segede gini bingung... hehe.

Pas Cyan udah tidur, gue gandeng tangannya untuk bersatu di dalam Roh dan berdoa. Gue setengah terkantuk-kantuk, pesawat tiba-tiba bergoyang. Dikit-dikit, berhenti, dikit-banyak, berhenti, banyak-banyak, lho, kok jadi serem gini goyangnya...

Di situ gue yang udah setengah tidur doa lagi. Gue merendahkan diri di hadapan Tuhan dan sadar kalo gue ini manusia lemah yang akan lenyap tanpa Tuhan. Pesawat gue terbang dengan ketinggian 35 ribu feet dan di luar gelap banget, kalo ada apa-apa, gue bisa apa?

Gue ini hanya sebutir debu di mata Tuhan tapi dia kenalku dengan namaku. Dia yang mengenal sisi hatiku yang paling dalam dan Dia udah mati bagiku. PenjagaanNya tak pernah terlelap (Mzm 121:4).

Lewat goyangnya pesawat, gue diingetkan siapa gue dan siapa Tuhan. Terima kasih Tuhan. Engkau ajaib. Engkau Allahku yang kupercaya.

Bro Chan

Bookmark and Share
Continue Reading......

Sep 18, 2008

Ketinggalan

Gedubrak, gedubruk, beres-beres, siapin semua barang yang ada di daftar yang harus dibawa, koper terisi penuh. Perasaan campur aduk, ada seneng, ada kuatir. Seneng, karena bulan Agustus ‘08 gue bisa pulang Indo. Kuatir, karena di kepulangan yang kali ini gue berdua doang ama Cyan, anak gue, karena istriku tercinta nggak dapet cuti.

Gue keingetan betapa repotnya terakhir pulang ke Indo bawa Cyan waktu dia masih umur 1 tahun. Capeeeeek. Tapi kali ini dia udah hampir 7 tahun jadi harusnya mendingan. Gue serahkan semua ama Tuhan.

Kita semobil nyetir ke airport Seattle yang kira-kira 3 jam dari tempat gue. Semua udah ok. Gue sampe depan tempat check-in, eeeh ternyata ada yang nggak ok...

Gue ketinggalan greencard! Gue sampe terpaku, tertegun, mematung, saking nggak percayanya. Semua daftar udah gue tulis, tapi yang satu itu kelewatan berhubung sibuk ngurusin yang lain. Setiap kali pulang ke Indo, dokumen perjalanan gue selalu lengkap. Udah gitu pulang ke rumah nggak mungkin karena jarak yang harus ditempuh 3 jam lamanya...

Sambil doa minta tolong Tuhan, gue tanya ke orangnya apa yang gue bisa lakukan. Dia bilang kalo pulang ke Indo masih OK, tapi baliknya bakalan problem. Selidik punya selidik, ada anak PD di Portland sini yang juga bakal pulang satu setengah minggu kemudian setelah gue. Makasih buat Sandrio dan Connie.

Gue sori-sori ama Tuhan untuk kelalaian gue. Di saat yang sama gue juga thank you-thank you ama Tuhan karena Dialah yang tutup kelemahanku.

Jadilah greencard bisa nitip untuk gue ambil di Surabaya.

“Dengan nyaring aku berseru kepada Tuhan, dan Ia menjawab aku dari gunungNya yang kudus” (Mzm 3:4).

Bro Chan

Bookmark and Share
Continue Reading......

Sep 17, 2008

Selamat Datang di Warung Baru

Selamat Datang di Warung yang Baru

Alleluia Obrollers semua. Akhirnya kita bisa pindah ke tempat baru. Puji Tuhan. Untuk dateng ke sini silakan langsung pake alamat yang dulu:

www.warungsurgawi.com

Browser kalian bakalan bawa kalian secara otomatis ke sini.

Gue udah pindahin 15 artikel obrolan kita yang paling akhir. Tapi artikel yang lalu-lalu masih dalam proses pindahan. Jadi, sabar yah... Tapi walau sambil pindahan, kita bakal terus isi warung kita dengan artikel obrolan-obrolan baru yang menyegarkan hati.

OK doakan warung kita terus yah supaya bisa jadi berkat buat yang mampir, amen!

Bro Chan
__________

Update 9/20/08:
Karena kasih dan karunia Tuhan, semua artikel Warung Surgawi kita udah pindah ke sini. Puji Tuhan! Mohon dukungan doa selalu buat Warung kita...

Bro Chan

Bookmark and Share Continue Reading......

Sep 16, 2008

Terjegal Friendster

Shalom Obrollers. Buat kalian yang ngikutin tweet gue lewat Twitter, kalian pasti ngerasa betapa frustrasinya gue ama Friendster belakangan ini. Kalo Tuhan ngomong soal “suam-suam kuku” di Wahyu 3:16, inilah contoh kasus suam-suam kuku yang nyata dari Friendster.

1. Gue adalah salahsatu pelanggan yang bayar $50 untuk dapetin premium service dari Friendster blog yang dikelola ama TypePad. Tahu-tahu nggak ada angin nggak ada hujan, tanpa pemberitahuan, blog gue diganti secara otomatis ke Wordpress. Ada intensi yang baik di sini yaitu untuk menghemat $50 gue. Tapi ngelakuin semua itu tanpa bilang-bilang? Maboklah itu. Good intention without a good communication is still a miscommunication (Maksud baik tanpa komunikasi yang baik tetep akan menghasilkan salah paham).

2. Di dalam proses pindahan tanpa ngomong ini, gue sama sekali NGGAK bisa akses ke blog gue. Makanya jadilah gue berkomunikasi lewat comments ke kalian semua. Gue dibiarkan dalam gelap tanpa tahu apa yang akan terjadi.

3. Tuiiiing... tahu-tahu blog gue yang di TypePad udah nongol sendiri jadi Wordpress. Semua setting jadi ancur dan yang paling nyebelin, semua image gue nggak tahu ke mana? Mungkin bakal dipindahin secara otomatis juga? Tapi kok nggak ada kabarnya sampe hari ini (9/18/08)?

4. Dari dulu setiap gue pake friendster, aplikasi mereka banyak sekali problemnya. Tapi karena gue pake service premium mereka (kayak bensin... haha) maka gue tahan kefrustrasian gue. Tapi gara-gara hal ini, SUDAH CUKUP penyiksaan ini... Gue berhenti pake Friendster dan mogok pake blog mereka. Gue sekarang pake Facebook untuk social media gue. Kontak-kontak di sono yah... Friendster blog? Nggak lagi deh. Problem gue bukan ama Wordpressnya, tapi ama service mereka.

Jadi gue pindahin warung kita ke sini sekarang. Berdasarkan pengalaman gue ama Google, mereka stabil sekali dalam proses hubungan pelanggan mereka.

Gue bakal kasih pengumuman kalo alamat URL kita warungsurgawi.com udah aktif untuk bawa kita ke sini dan bukan ke Friendster blog yang dulu. Jadi kita nggak usah ganti alamat untuk inget URL warung kita.

Bro Chan

Bookmark and Share Continue Reading......