Jun 29, 2008

Cahaya Kristus

Gue lagi kotak-katik cabang warung kita, BeaconsOfLight.net, sambil ngeliatin statistik data website, terus gue ngeliatin kok bisa ada gerombolan orang Australia mampir ke Beacons? Garuk-garuk kepala, gue cari sumbernya. Ternyata itu orang-orang Australia dari forum fan clubnya si Guy Sebastian. Mereka ngeliat salahsatu entry di Beacons, “Receive the Power,” dan taruh linknya untuk nyambung balik.

Ada yang nulis:
“Some lovely words about RTP (Receive the Power) on a blog from an Indonesian now located in the USA”

Terus ada orang lain lagi nulis:
“Wow thats beautiful, very powerful”

Nyeees, rasa hati langsung merinding sukacita. Gue kepalkan tangan sambil bilang “Yes!!!” karena gue tahu bahwa lewat kekuatan internet, keajaiban Kasih Allah boleh terus disebarkan. Dari Amrik bisa nyambung ke Australia dalam waktu nggak sampe sehari, luar biasa! Kitalah rasul-rasul abad ke-21 dan tongkat estafet Api Kasih yang dimulai dari Yesus lewat Petrus udah diteruskan ke tangan kita. Sekaranglah giliran kita untuk lari dengan sekuat tenaga menuju garis akhir. Kita pake semua alat dan teknologi supaya cinta Tuhan boleh dilihat dunia ini. Misi yang Tuhan beri ke gue jelas. Tentu aja ada keraguan dan ketakutan gue sebagai manusia. Tapi lewat perubahan yang udah Tuhan kasih, gue maju dan babat, nama Tuhan dimuliakan! Namanya juga orang jatuh cinta, apa aja dijalani untuk kekasihnya. Yesuslah kekasih jiwaku dan aku ini milikNya.

Lewat orang-orang Australia ini Tuhan boleh kasih peneguhan dan konfirmasi bahwa inilah jalan dan arah yang benar yang harus gue tempuh. Makasih Tuhan!

Bro Chan

Bookmark and Share
Continue Reading......

Jun 26, 2008

Cabang Warung

Shalom Obrollers, warung kita buka cabang nih, hallelujah! Warung kita mengembangkan sayapnya untuk bawa Tuhan ke dunia internasional. MANTAB dah (yoi pake “B” soalnya singkatan dari “Mantap Banget” gituuu . . .). Ini ceritanya soft opening, belum grand opening. Grand openingnya beberapa hari lagi. Tapi gue pengen kasih "sneak preview" khusus buat Obrollers semua yang begitu setia ngobrol bareng di Warung Surgawi kita. Satu hal yang gue bersyukur di blog itu ada Prayer Center, di mana kita bisa kasih ujud-ujud doa, kapan aja 24/7 untuk didoakan oleh prajurit-prajurit doa kita. Saat dua atau tiga orang berkumpul di dalamNya, maka Yesus ada di tengah kita. Hanya di dalam Tuhan maka kita menang. “Jangan biarkan diri kita tenggelam di dalam keputusasaan, kitalah umat Paskah dan Alleluia adalah lagu kita” – Paus Yohanes Paulus II.

www.BeaconsOfLight.net

Bro Chan

Bookmark and Share
Continue Reading......

Jun 24, 2008

Ketakutanku Menjadi Keberanian


Oleh: Ivana

Kembali ke 3-4 taon lalu waktu PD (Persekutuan Doa) Moses masih di apartment Adi Wijaya di Hollywood, Chanuka tanyain aku kalo mau menjadi bahan percobaannya alias mau ditraining jadi WL (worship leader), puji Tuhan, thank you Chan. Waktu itu karena masih baru kenal-kenal Chanuka… sungkan (nggak enak hati) kalo nolak permintaannya. Aku bilang aja, “Ok Chan.” Tapi abis bilang ‘ok’ hati udah nggak tenang dari Jumat malam terus sampe Jumat depannya sebelum PD.

Perasaan takut, kawatir, pengen pipis kalo keingetan bakalan WL hari Jumat, deg-degan, pengen nangis waktu ngeliat jam sudah menunjukkan pukul 9 pm (waktu itu PD dimulainya baru jam 10pm), dan juga cemas. Cemasnya karena takut ntar salah ngasih tanda, salah tangga nadanya (alias sumbang), salah doa. Pas waktu udah hampir mulai, aku kabur keluar apartment dan nggak ada orang yang tahu kemana aku pergi (termasuk Chanuka). Aku bersembunyi sambil kaki gemeteran luar biasa. Aku takut banget waktu itu. Ketakutan yang nggak biasanya.

Aku merasa kalo Tuhan nggak bakalan hadir kalo aku yang nge-WL, Tuhan nggak akan pake aku sebagai alatNya untuk menyalurkan kasihNya kepada semua orang yang hadir, Tuhan nggak bakalan mengurapi aku sama seperti Dia mengurapi hamba-hambaNya yang laen. Aku melihat diriku sendiri hina dihadapan Bapa. Aku melihat diriku kotor dan seakan-akan pake baju compang-camping dihadapanNya. Aku malu!

Tapi saat itu aku merasakan jamahan Tuhan, tiba-tiba seluruh tubuh merasakan aliran darah dan panas. Saat pertama nyanyi masih deg-degan dan berpikir apa Tuhan udah hadir atau belon ya…??? Setelah beberapa lagu, tiba-tiba Tuhan yang ambil alih praise and worshipnya. Akunya udah nggak mikirin apa yang bakal terjadi. Aku tetep aja bernyanyi dan berdoa. Abis praise and worship nya selesai, aku merasakan damai dalam hatiku. Damai yang tak terlukis dan tak terkatakan (cieeeeee).

Dengan pengalaman pertama itu, aku mulai belajar untuk menyerahkan segala kondisi dan perasaaanku saat aku mau WL kepada Tuhan. Sampai saat ini pun aku masih terus belajar untuk melakukan hal tersebut. Kadang-kadang aku selalu pengen memberikan yang terbaik dan yang terindah buat Tuhan, tapi aku sadar bahwa hal yang baik dan indah dariku tidaklah sebanding jika dibandingkan dengan kebaikan dan keindahanNya. Dengan aku tetep berjalan dalam jalan Tuhan, sedikit demi sedikit Tuhan ubah aku. Perasaan takut, kawatir, cemas kalo-kalo Tuhan nggak hadir itu udah Tuhan buktikan saat aku menjadi WL di PD Moses selama 3 taon terakhir ini. Setelah WL, aku selalu merasakan damaiNya. Dengan merendahkan diri dihadapan Tuhan, mohon penyertaanNya, dan menyerahkan segala yang akan terjadi kepada Tuhan, membuat aku merasa bahwa Tuhan memakai aku sebagai saluran cintaNya kepada orang-orang di sekitarku.

Tuhan udah merubah kekuatiranku dan ketakutanku itu menjadi keberanian dan kemenangan di dalam Dia. Dengan selalu menjawab ‘ya’ kepada panggilan Tuhan, aku semakin hari semakin dibentuk menjadi serupa dengan Dia yang menciptakan aku.

Jangan salah, yang aku bilang adalah perasaan takut dan kuatir yang udah Tuhan rubahkan menjadi keberanian dan kemenangan. Kalo masalah pengen pipis sebelum nge-WL, deg-degan, dan pengen nangis waktu PD mau dimulai itu masih ada lah, namanya juga manusia hahaha. Tapi kemenangan rohani sudah Tuhan buktikan saat kita berjalan dalam Dia.

Bookmark and Share
Continue Reading......

Jun 10, 2008

Mengalahkan Dunia


Gue nganterin Cyan, anakku terkasih, pergi ke sekolah tiap pagi. Gue jadi keinget waktu jaman TK dulu. Beda banget ama TK di Amrik. Waktu kita dateng pake mobil, 2 guru nongkrong di parkiran untuk bukain pintu buat anak-anak yang dateng sambil ngawasin supaya anak-anak aman.

Gurunya selalu bilang “Good morning” sambil buka pintu dan Cyan jawab “Thank you.” Udah gitu Cyan selalu dengan gagahnya bawa ransel dan jalan masuk ke sekolah sendiri, siap mengalahkan dunianya. Nggak mau dianterin, gengsi kan ceritanya, hahaha, gue dulu kalo SMA dianterin baru gengsi, anak gue TK udah gengsi, laen bo . . . mandiri . . .

Dulu beberapa kali pertama rasanya nggak tega juga ngeliat anak gue jalan sendiri masuk ke sekolahan gitu. Ada saatnya Rosa, istriku, dan gue pengen nganterin dia masuk, dia langsung nanya, “What are you doing?” (Kalian mau ngapain), soalnya dia pengennya masuk sendiri, ketemu temen-temennya sendiri, kan cool ceritanya. Kita akhirnya iseng buntutin dari jauh pengen lihat dia baris pas masuk kelas. Kita berdua terharu masih keingetan pas Cyan baru lahir dulu tapi juga bersyukur ama Tuhan bahwa dia boleh jadi anak macho walau masih umur 6 tahun.

Satu hal yang selalu gue lakukan di perjalanan ke sekolah adalah doa bareng Cyan. Biar si Cyan boleh macho, macho karena Tuhan yang jadi perisainya. Lama-lama setelah sering doa bareng, kadang dia minta supaya dia yang mimpin doa. Puji Tuhan! Terima kasih Tuhan untuk boleh senantiasa melihat karya tanganMu di atas keluargaku.

Mujizat Cinta.

Bro Chan

Bookmark and Share
Continue Reading......

Jun 9, 2008

You Are My Lord


Oleh: Tina

Like a potter YOU mold me
Shape my life according to YOUR plan

Like a shepherd YOU guide me
When I’m lost YOU search me and guide me back
When I’m hungry YOU lead me to a green pastures

Like a best friend YOU walk beside me
Hold my hand when I’m worried
Comfort me in times of trouble
Smile with me in times of joy

Like a teacher YOU teach me
How to love, how to pray, how to stand upon YOUR word, how to follow YOU

Like a father YOU watch over me
Smile proudly everytime I took another step closer to YOU

My Potter, my Shepherd, my Best Friend, my Teacher and my Father . . .
YOU are my LORD.

Bookmark and Share Continue Reading......

Jun 3, 2008

Menjawab PanggilanNya


Oleh: Tina

Aku mau sharing sedikit tentang pengalamanku waktu retret minggu lalu. Biasanya di akhir session, Romo ngasih pertanyaan-pertanyaan untuk kami renungkan dan kemudian di sharing-in di kelompok. Di akhir session “Kekatolikan: Suatu Life Style yang Menguduskan Hidup” romo ngasih pertanyaan: Apa yang biasanya aku lakukan untuk memelihara iman Katolik saya?

Biasanya kami langsung masuk ke kelompok sharing, tapi kali ini Romo mau beberapa orang maju untuk sharing ke semua orang. Seperti biasa, aku gak kepikir sama sekali untuk maju sharing, soalnya aku suka gugup kalo ngomong di depan orang banyak. Lagipula jawabanku juga mirip dengan sharing temen-temen yang lain. Pas lagi dengerin sharing mereka, tiba-tiba Tuhan ngingetin aku tentang gimana selama ini imanku tumbuh dan berkembang lewat PD (Persekutuan Doa). Semakin lama dorongan untuk sharing itu semakin kuat. Trus aku langsung inget, Bro Chanuka pernah ngebahas tentang “to be responsive – respond in 1 second.”

Jadi, pada saat Tuhan ngasih kita tugas kita harus respond dalam 1 detik, jangan dipikir-pikir lagi. Berhubung saat itu masih ada orang lain yang sharing di depan, aku masih sempet mikir-mikir: maju apa nggak? maju apa nggak? Puji Tuhan akhirnya aku mutusin untuk maju; aku pertamanya pikir aku udah kenal sebagian besar peserta retretnya, jadi gak apa-apa lah, aku gak akan gugup.

Setelah aku maju ke depan ruangan, aku ngerasa ruangannya jadi penuh banget dan peserta retretnya jadi tambah banyak. Akibatnya, semua sharing yang sudah aku siapkan hilang semua. Puji Tuhan, berkat bantuan Tuhan aku tetep bisa sharing tentang gimana imanku tumbuh dan berkembang lewat PD.

Setelah aku balik ke tempat duduk, aku ngerasa lega & seneng banget karena bisa menyelesaikan tugas yang Tuhan berikan kepadaku. Tapi, aku juga sadar karena kegugupanku, aku ngomongnya jadi berantakan dan kurang focus ke inti dari sharingku. Aku jadi khawatir temen-temen gak nangkep inti dari sharingku itu.

Pas pulang dari retret, aku sempet sharing tentang hal ini ke Bro Chanuka dan Chanuka ngasih aku kutipan dari Keluaran 4:10-12. Kutipan itu tentang Musa yang ragu-ragu untuk menjalankan perintah Tuhan karena dia merasa dirinya tidak pandai bicara. Trus Tuhan bilang ke Musa bahwa Tuhanlah yang membuat lidah manusia dan Tuhan akan selalu menyertai dan mengajar Musa apa yang harus ia katakan.

Puji Tuhan, dari kutipan ini aku dikuatkan buat nggak ragu-ragu lagi untuk menjalankan tugas dari Tuhan. Walaupun aku gak pandai bicara, aku yakin Tuhan lah yang menyertaiku dan mengajarkan apa yang harus aku katakan. Hallelujah!

Bookmark and Share
Continue Reading......

Jun 2, 2008

Kehausanku Akan Dia


Oleh: Tina

Aku dibesarkan di keluarga Katolik. Sejak aku masih kecil kami selalu pergi ke Gereja bersama-sama tiap hari Minggu. Tapi aku merasa aku ini seorang Katolik yang pasif, soalnya aku gak pernah baca kitab suci, gak pernah belajar lebih jauh lagi tentang Gereja.

Setelah aku pindah ke California, salahsatu teman pertamaku adalah Ivana. Setiap Jumat dengan rajinnya Ivana selalu ngajak aku ke PD (Persekutuan Doa), dan aku pun dengan rajinnya selalu ngasih alasan untuk menolak. Walaupun aku udah ngasih 1001 alasan buat menolak, tapi Ivana tetep gigih, jadi dengan sedikit terpaksa aku jadinya ikut ke PD tiap jumat. Dari PD aku diajak ikut retret di Temecula. Pas di retret aku gak ngerasa dapet something special. Tapi pulang retret, aku jadi pengen ke PD. Dari hari Senin, aku pengen cepet-cepet Jumat, supaya bisa ke PD. Sebelum Ivana telpon aku hari Jumat, aku udah telpon dia duluan buat ngajakin ke PD. Sejak saat itu aku jadi rajin pergi ke PD.

God works in an amazing way; aku yang tadinya gak suka ke PD sekarang jadi rindu datang ke PD untuk memuji dan memuliakan Tuhan. Selain itu, Tuhan juga merubah aku yang tadinya gak suka dengerin lagu rohani, sekarang jadi suka dengerin lagu rohani, baca kitab suci, & berdoa. Aku juga mulai suka baca buku-buku rohani, dengerin pengajaran-pengajaran tentang Gereja dari CD, ikut retret dan rekoleksi.

Melalui pengajaran-pengajaran di PD, retret, rekoleksi, dan workshop, aku jadi mengenal Tuhan lebih jauh lagi. Semakin banyak aku mengenal Tuhan rasa cintaku buat Tuhan semakin bertambah. Aku ingin mengenalMu lebih jauh lagi Tuhan.

Bookmark and Share
Continue Reading......

Jun 1, 2008

Tina

Shalom Obrollers, gue pengen kenalin lagi satu warga Warung kita, Tina. Gue ketemu dia pas Ivana sering bawa Tina ke PD (Persekutuan Doa) Moses di Hollywood. Saudara kita dalam Kristus yang satu ini orangnya kalem dan selalu siap membantu. Dengan ketulusan hati dia begitu siap untuk menolong mereka yang membutuhkan. Kasih sayang Tuhan selalu mengalir di hatinya. Puji Tuhan untuk Tina yang Tuhan boleh terus bentuk untuk semakin menyerupai sang Raja Damai yang selalu tak pernah tergesa-gesa saat berjalan dan mengambil keputusan. Biarlah tulisannya selalu mengingatkan kita akan cara Tuhan yang selalu unik di dalam menjamah setiap orang.

Bro Chan

Bookmark and Share Continue Reading......