Dec 23, 2008

Sibuk Pelayanan Bukan Mau Tuhan


Oleh: Tina

Setiap tanggal 29 Juli gereja Katolik memperingati hari raya Santa Marta, saudara dari Maria dan Lazarus. Di Lukas 10:38-42 diceritakan Yesus berkunjung ke rumah Maria dan Marta. Marta sibuk melayani Yesus sedangkan Maria sibuk mendengarkan perkataan Yesus. Lalu Marta meminta Yesus untuk menyuruh Maria untuk membantu Martha. Tapi Yesus berkata, “Marta, Marta, engkau kuatir dan menyusahkan diri dengan banyak perkara, tetapi hanya satu saja yang perlu: Maria telah memilih bagian yang terbaik, yang tidak akan diambil dari padanya” (Lukas 10: 41 -42).

Dari perikop di atas, aku diingatkan akan perjalananku melayani Yesus. Selain melayani di PD (Persekutuan Doa) aku juga sering berpartisipasi di kegiatan-kegiatan Mudika, misalnya memberi makan saudara-saudara kita yang tidak punya rumah, sortir makanan untuk dibagikan ke orang-orang yang berkekurangan, atau sekedar kumpul-kumpul bersama teman-teman untuk saling membagikan berkat Tuhan yang sudah kita terima. Tujuan aku melakukan itu semua karena aku ingin melayani Tuhan dalam bentuk nyata, seperti Marta yang melayani Tuhan dengan menyiapkan makanan dan minuman untuk Yesus.

Banyak orang yang terjebak dalam pelayanan. Mereka sibuk melayani Tuhan di Gereja, di lingkungan, di PD, dan lain-lain, sampai akhirnya mereka tidak punya waktu untuk Tuhan, keluarga, dan diri mereka sendiri. Hal inilah yang aku alami. Karena kesibukan-kesibukanku itu, aku jadi gak punya waktu untuk belajar, bikin PR, meluangkan waktu untuk keluarga, bahkan kadang aku pun gak sempet untuk berdoa.

Adalah mungkin buat seseorang untuk mengerjakan banyak pekerjaan Tuhan, tanpa mempunyai hubungan pribadi dengan Tuhan sendiri. Di Matius 7:22-23 Tuhan berkata, “Pada hari terkahir banyak orang akan berseru kepadaku: Tuhan, Tuhan, bukankah kami bernubuat demi nama-Mu, dan mengusir setan demi namaMu juga? Pada waktu itulah Aku akan berkata: Aku tidak pernah mengenal kamu! Enyahlah dari pada-Ku, kamu sekalian pembuat kejahatan!” Dari ayat-ayat itu Yesus menekankan betapa pentingnya bagi kita untuk mengenal Yesus, mendengarkan ajaran-ajaran-Nya dan punya hubungan yang dekat dengan-Nya.

Di salah satu retreat, Father Gino Henriques mengajarkan dari keheningan timbul doa, dari doa yang berkualitas timbul iman. Dari iman, timbul kasih, dan dari kasih timbul pelayanan pada orang lain. Jadi pelayanan kita pada orang lain adalah buah dari kasih. Tanpa doa, orang lain mendapatkan pelayanan dari kita tanpa kasih. Doa, dimana dalam doa kita membina hubungan kita dengan Tuhan, adalah dasar dari pelayanan kita buat Tuhan.

Oleh karena itu kita harus berhati-hati agar tidak terjebak oleh kesibukan-kesibukan pelayanan.Yang paling penting adalah kita mempunyai hubungan pribadi dengan Yesus, seperti Maria saudara Marta yang setia mendengarkan ajaran Yesus. Pelayanan akan timbul dengan sendirinya sebagai wujud rasa cinta kita pada Yesus. Selamat melayani!

Bookmark and Share

1 comments:

pax2678 said...

Thank you Tina untuk upasan ini. Yang saya ambil adalah pelayanan harus berdasarkan kasih... To know, to love, and to serve... who are we serving.. the one we love... who do we love, the one we already know.. how do we get to know Him.. doa dan keheningan.. thanks again!