
Oleh: Ivana
Musim dingin 2004, aku dan Vincent pergi ke Mt. Pinos untuk main salju. Kita maen slide, bikin bola salju, makan siang di sana. Kita bareng dari pagi sampai siang. Tapi itu rencana awal. Hal yang nggak diinginkan terjadi. Waktu perjalanan ke mobil, Vincent cari-cari kunci mobilnya di kantong celana dan jaket. Kunci mobilnya nggak ada di kantong, begitu juga dengan telponnya. Kita berdua panik.
Lalu kita balik ke tempat main, cari... cari... tapi nggak ketemu. Kita pergi ke tempat sebelumnya, cari... dan cari... tetep nggak ketemu. Putus asa. Akhirnya kita memutuskan untuk telepon rumah. Kita pinjem telepon orang di sana untuk telepon keluarga Vincent untuk minta tolong dikirimin kunci serep. Puji Tuhan, Mt Pinos cuma dua jam dari rumah.
Baju basah karena salju, sepatu juga basah. Badan capek dan kedinginan. Perut lapar karena nggak terasa udah sore, langit mulai gelap. Orang-orang mulai berpulangan. Tinggallah kita berdua di tengah-tengah hutan. Gelap sekali nggak ada lampu jalanan, cuma lampu dari mobil-mobil yang turun dari atas gunung. Setelah nggak ada mobil lagi yang turun dari atas, jalanan yang tadinya indah berubah jadi menyeramkan. Saat itu aku hanya dapat berkata, “Oh Tuhan, terjadilah pada kami menurut kehendakMu.” Aku hanya bisa berpasrah kepada Tuhan saat itu.
Puji Tuhan, Dia tidak pernah meninggalkan ciptaanNya. Tuhan selalu ada dimanapun kita berada. Dia berikan kepada kita pemandangan yang sungguh indah malam itu. Langit yang begitu gelap dihiasi dengan banyaknya bintang di langit. Ditambah lagi, bulan yang bersinar terang banget saat itu menerangi hutan Mt Pinos. Pemandangan yang luar biasa ini nggak bisa kita dapatkan di kota yang dipenuhi polusi udara, mobil, dan gedung tinggi. Kegelapan yang menyeramkan itu tiba-tiba berubah menjadi malam yang indah buat kita berdua.
Hal yang ditunggu-tunggu akhirnya datang juga. Papi dan maminya Vincent datang dengan bawa kunci serep. Tapi sebelum kita meninggalkan tempat itu, kita sempet cari lagi kunci mobil dan telepon Vincent. Puji Tuhan, dengan kekuatan doa kita menemukan kunci beserta teleponnya. Ternyata saat kita maen slide, kunci dan teleponnya jatuh bersamaan.
Malam itu adalah malam syukurku kepada Tuhan. Dia jaga aku dan Vincent di tengah hutan. Dia berikan penghiburan kepada kami. Kehendak Tuhan sungguh indah buat kita semua ciptaanNya. Di saat kita mempunyai masalah dalam hidup, tidak tahu kemana lagi akan pergi, berserahlah kepada Tuhan. Seperti yang ada di doa Bapa kami, “Jadilah kehendakMu di bumi seperti di Surga” (Mat 6:10). Dengan berserah kepada Tuhan, membiarkan Dia yang menjadi penulis hidup kita, maka Dia yang akan menuntun hidup kita. Biarlah segala kemuliaan hanya bagi Dia yang berkuasa untuk selama lamanya Amen!![]()
Oct 11, 2008
Terjadilah KehendakMu
Labels:
Kesaksian
Subscribe to:
Post Comments (Atom)

0 comments:
Post a Comment