
Oleh: Ivana
Kerjaan baru, kebiasaan baru. Kantorku yang sebelumnya cuma 7 menit dari rumah. Tiap kali ke kantor cuma butuh satu setengah lagu rohani. Tapi kerjaan yang sekarang bisa butuh kurang lebih 4 lagu. Puji Tuhan dengan waktu yang lebih lama di mobil, aku punya waktu yang lebih panjang juga untuk memuji Tuhan.
Tapi dua minggu lalu tiba-tiba aku ngerasa bosen banget sama lagu puji-pujian yang ada di mobilku. Saking bosennya aku matiin CD playernya. Selama 2 hari aku nggak dengerin musik. Kerjaannku ngelamun selama 25 menit perjalanan mikirin yang nggak penting. Waktuku terbuang dengan sia-sia. Setelah berjalan beberapa hari, bukan cuma waktu yang terbuang sia-sia tapi imanku juga terkikis sedikit demi sedikit. Aku mengalami krisis rohani. Waktu yang biasanya aku gunakan untuk memuji Tuhan, aku gunakan untuk mikirin yang nggak-nggak. Mikirin orang-orang di kerjaan yang nggak ada kerjaan, mikirin mau ngapain setelah kerja, mikirin mau shopping abis pulang dari kantor, pokoknya yang nggak penting deh.
Saat aku sadar itu semua, aku mau STOP kebiasaan itu. Tapi aku nggak tahu gimana cara stopnya. Dengerin lagu yang sama masih bosen. Mau ganti lagu lupa bawa lagu barunya. Tiba-tiba mataku tertuju ke rosario yang aku gantung di kaca spion mobil. Rosario itu terayun ke kanan dan kekiri seakan-akan memanggil aku. Terpikir olehku untuk mengambilnya dan berdoa selama perjalanan ke kantor. Tapi perasaan males lebih kuat dibanding dengan keinginan bedoa. Jadi hari itu aku cuekin aja pikiran itu. Dan aku mulai ngelamun hal-hal yang nggak perlu lagi.
Hari berikutnya, hal yang sama terjadi. Aku teringat bahwa waktuku terbuang sia-sia lagi. Aku tahu aku harus bertindak sesuatu. Aku ambil rosario itu dan mulai berdoa. Setelah sampai di kerjaan, aku masih di peristiwa ke-4. Aku berpikir untuk nggak menyelesaikannya. Tapi perasaan kuat untuk menyelesaikan doa itu sungguh terasa. Lalu aku katakan amin dan aku selesaikan butiran-butiran rosario sampai akhir.
Perasaan damai yang tak terlukiskan dan tak terkatakan terjadi setelah selesai doa. Aku seneng banget bisa menyelesaikannya. Bahkan ada keinginan untuk melakukannya lagi pagi berikutnya. Puji Tuhan.
Keesokan paginya, perasaan ingin berdoa terjadi lagi. Seperti biasa perasaan males juga kuat aku rasakan. Tapi dengan kepercayaanku, aku melangkah dengan iman. Aku ambil rosario itu dan mulai berdoa. Seminggu aku melangkah dengan iman dan semakin hari semakin aku dikuatkan dan diteguhkan.
Waktu adalah keajaiban yang kita dapatkan dari Tuhan. Tiap hari Tuhan berikan kita hari baru. Oleh sebab itu waktu adalah sesuatu yang sangat berharga. Kita nggak akan mendapatkannya kembali saat waktu itu berlalu. Kita nggak bisa seperti melihat film yang bisa di STOP kapan aja kita mau. Kita nggak bisa mengulang waktu saat kita melewatkannya. Sebab itu gunakanlah waktu yang kita punya dengan sebaik-baiknya. Gunakan waktu kita untuk memuliakan Tuhan. Biarlah suatu saat nanti, hati kita boleh menjadi seperti Daud yang dengan mazmurnya terus-menerus memuji Tuhan. Sehingga suatu saat nanti dengan iman kita dapat berkata, “Aku hendak memuliakan TUHAN selama aku hidup, dan bermazmur bagi Allahku selagi aku ada.” (Mzm 146:2). Amen!![]()
Oct 1, 2008
Melamun Bukanlah Memuji Tuhan
Labels:
Pertumbuhan Iman
Subscribe to:
Post Comments (Atom)

0 comments:
Post a Comment