Oct 13, 2008

Bukan Untung Bukan Hoki

“Untung banget gue bisa __________”
“Tuh orang emang hokinya gede makanya __________”

Sering secara nggak sadar kita sebut semua hal yang baik dalam kehidupan kita sebagai keberuntungan, hoki, tennis, golf, lhooo... Kalo pas lagi bagus alasannya karena untung atau hoki. Tapi kalo lagi pas jelek atau “ketiban sial” alasannya “emang takdir gue” atau “kehendak Tuhan.” Seperti inikah perjalanan kehidupan kita, kadang naik kadang turun, serasa naik roller-coaster di Disneyland? Ataukah ada penjelasan lain yang dapat kita serap dari pengajaran iman kita?

Lho Chan, kan hidup itu kayak roda kehidupan? Kadang di atas kadang di bawah, jadi maklum dong. Kalo di atas berarti lagi untung, tapi kalo di bawah berarti lagi buntung. Plus satu digabung ama minus satu kan jadinya nol. Impas dong...

Sebelum kenal Tuhan cara mikir kayak gini masuk akal. Tapi saat kenal Tuhan, cara pandang seperti ini jadi di luar akal.

“Aku datang supaya mereka mempunyai hidup, dan mempunyainya dalam segala kelimpahan” (Yoh 10:10b).

Apa yang Tuhan janjikan? Hidup BERKELIMPAHAN!

Apakah Tuhan pernah bilang bahwa saat kita ikut Dia maka kita akan kadang berkelimpahan, kadang berkekurangan, kadang naik, kadang turun? Ataukah janji Tuhan adalah hidup berkelimpahan, titik?

“Tuhan akan mengangkat engkau menjadi kepala dan bukan menjadi ekor, engkau akan tetap naik dan bukan turun, apabila engkau mendengarkan perintah Tuhan Allahmu...” (Ul 28:13).

Tuhan bahkan berkata dengan lebih spesifik lagi bahwa saat kita ikut Dia, maka kita akan jadi kepala dan bukan ekor, kita akan terus naik dan bukan turun. Gue keinget satu kata-kata seorang penginjil Katolik yang begitu menyentuh, “Buat orang-orang yang ikut Tuhan, apa yang dia pegang akan jadi BERKAT!” Oh Amen!

“Karena Engkau tidak mau menjadi hamba kepada Tuhan Allahmu, dengan sukacita dan gembira hati walaupun kelimpahan akan segala-galanya, maka dengan menanggung lapar, dan haus, dengan telanjang dan kekurangan akan segala-galanya engkau akan menjadi hamba kepada musuh...” (Ul 28:47).

Saat Yesus sungguh-sungguh ada di dalam kita, maka yang dapat terjadi hanya satu, kehidupan yang berkelimpahan! Berkat Tuhan melimpah setiap saat, saat kita sadar atau tidak, kita ngerasa atau tidak. Dari Sabda ini, Tuhan ajarkan bahwa berkat berkelimpahan berasal dari Tuhan. Tetapi Tuhan juga ajarkan, perasaan sukacita dan terimakasih harus berasal dari siapa?

Dari kita!

Dengan kehendak bebas, kitalah yang membuat keputusan untuk mau berterimakasih dan bersukacita. Justru karena saat kita gagal untuk bersukacita dan berterimakasih, maka kita lapar, haus, telanjang, dan berkekurangan.

Tapi hidup gue “sial” mulu?

Di tengah kesialanmu dan “kebetean”mu, apakah berkat Tuhan masih berlimpah?

Kalo kita masih bisa baca obrolan ini, berarti kita masih bisa bernafas dan punya mata untuk melihat. Apakah itu berkat Tuhan? Kalo ada yang baca ini dengan kondisi mata yang buta, dan orang lain yang membacakan, bukankah itu berkat Tuhan bahwa ada orang lain yang masih bernafas dan punya mata yang mau menolong untuk bisa membacakan obrolan ini buatmu?

Perasaan ketiban sial, malang, buntung, bete, sebel, ombak, dongkol, mendung, semua itu adalah pekerjaan pikiran yang sedang mengkhianati kita. Kita sedang dirampok dari berkat Tuhan yang sedang mengalir. Ingat, berkat Tuhan SELALU berlimpah (Ul 28:47), tapi haruslah KITA yang memutuskan untuk berterimakasih dan bersukacita!

Jadi kalo ada dari kita yang saat ini lagi ngerasa sial, bukan Tuhan yang ngasih sial itu, Tuhan selalu kasih berkat. Itu janjiNya. Saat kita ngerasa lapar, haus, telanjang, dan berkekurangan, itu diakibatkan karena kegagalan kita sendiri untuk berterimakasih dan bersukacita untuk merayakan berkat Tuhan yang SEDANG berlimpah SEKARANG INI!

Saat ini, gue undang Obrollers untuk angkat satu hal di dalam hidupmu yang patut diterimakasihi. Katakan “Terimakasih Tuhan” dengan keras saat ini sambil bertepuk tangan.... silakan lakukan... gue tunggu.....

Apa yang terjadi dalam hati kita barusan? Kalo kita lakukan hal di atas dengan sepenuh hati, gue jamin, di dalam hatimu ada secercah cahaya saat ini. Itulah Terang Tuhan yang tadinya tertimbun dengan segala pikiran buruk yang boleh akhirnya terbuka saat kita putuskan untuk berterimakasih dan bersukacita.

Biarlah terimakasih dan sukacita ini boleh kita putuskan untuk menjadi nada doa hati kita selama 24 jam, bahkan di dalam mimpi sekalipun. Di sinilah kita menjadi umat pemenang!

Kalo lagi untung atau hoki, bilanglah, “Puji Tuhan. Terima kasih Tuhan untuk berkatMu!” Berikan kemuliaan hanya bagi Dia.

Kalo pikiran kita lagi mengelabui dan mikir bahwa hidup kita sial mulu, putuskan dengan kehendak bebasmu untuk mengingat berkat Tuhan yang sedang mengalir dan katakan, “Puji Tuhan. Terima kasih Tuhan untuk berkatMu!” Berikan kemuliaan hanya bagi Dia.

Bukan untung, bukan sial, bukan hoki, bukan buntung, tapi setiap detik dari kehidupan kita adalah BERKAT TUHAN YANG BERKELIMPAHAN!

Amen!

Bro Chan

Bookmark and Share

1 comments:

erlina said...

Setuju banget , Tuhan menciptakan segala sesuatu didunia ini baik adanya
tiada keburukan atau kesusahan berasal dari Tuhan, dulu aku berpikir bahwa Tuhan yang merencanakan dan menentukkan segala2nya tetapi setelah saya mendapat bimbingan dari kamu Chan , pikiranku berubah yaitu Tuhan merencanakan segalanya yang terbaik untuk kita semua tapi kita yang menentukkan karena kita diberi kehendak bebas untuk memilih,jadi apapun yang terjadi atas diriku aku akan selalu mengucap syukur dengan sukacita dan tidak akan argue lagi walaupun aku ngga ngerti tapi aku akan percaya akan kasih-NYA.....
halleluya... sambil tepuk tangan yang kamu ajari Chan... kemudian.... bersorak memuji Dia , RAJAKU.....ALLAHKU