Jun 24, 2008

Ketakutanku Menjadi Keberanian


Oleh: Ivana

Kembali ke 3-4 taon lalu waktu PD (Persekutuan Doa) Moses masih di apartment Adi Wijaya di Hollywood, Chanuka tanyain aku kalo mau menjadi bahan percobaannya alias mau ditraining jadi WL (worship leader), puji Tuhan, thank you Chan. Waktu itu karena masih baru kenal-kenal Chanuka… sungkan (nggak enak hati) kalo nolak permintaannya. Aku bilang aja, “Ok Chan.” Tapi abis bilang ‘ok’ hati udah nggak tenang dari Jumat malam terus sampe Jumat depannya sebelum PD.

Perasaan takut, kawatir, pengen pipis kalo keingetan bakalan WL hari Jumat, deg-degan, pengen nangis waktu ngeliat jam sudah menunjukkan pukul 9 pm (waktu itu PD dimulainya baru jam 10pm), dan juga cemas. Cemasnya karena takut ntar salah ngasih tanda, salah tangga nadanya (alias sumbang), salah doa. Pas waktu udah hampir mulai, aku kabur keluar apartment dan nggak ada orang yang tahu kemana aku pergi (termasuk Chanuka). Aku bersembunyi sambil kaki gemeteran luar biasa. Aku takut banget waktu itu. Ketakutan yang nggak biasanya.

Aku merasa kalo Tuhan nggak bakalan hadir kalo aku yang nge-WL, Tuhan nggak akan pake aku sebagai alatNya untuk menyalurkan kasihNya kepada semua orang yang hadir, Tuhan nggak bakalan mengurapi aku sama seperti Dia mengurapi hamba-hambaNya yang laen. Aku melihat diriku sendiri hina dihadapan Bapa. Aku melihat diriku kotor dan seakan-akan pake baju compang-camping dihadapanNya. Aku malu!

Tapi saat itu aku merasakan jamahan Tuhan, tiba-tiba seluruh tubuh merasakan aliran darah dan panas. Saat pertama nyanyi masih deg-degan dan berpikir apa Tuhan udah hadir atau belon ya…??? Setelah beberapa lagu, tiba-tiba Tuhan yang ambil alih praise and worshipnya. Akunya udah nggak mikirin apa yang bakal terjadi. Aku tetep aja bernyanyi dan berdoa. Abis praise and worship nya selesai, aku merasakan damai dalam hatiku. Damai yang tak terlukis dan tak terkatakan (cieeeeee).

Dengan pengalaman pertama itu, aku mulai belajar untuk menyerahkan segala kondisi dan perasaaanku saat aku mau WL kepada Tuhan. Sampai saat ini pun aku masih terus belajar untuk melakukan hal tersebut. Kadang-kadang aku selalu pengen memberikan yang terbaik dan yang terindah buat Tuhan, tapi aku sadar bahwa hal yang baik dan indah dariku tidaklah sebanding jika dibandingkan dengan kebaikan dan keindahanNya. Dengan aku tetep berjalan dalam jalan Tuhan, sedikit demi sedikit Tuhan ubah aku. Perasaan takut, kawatir, cemas kalo-kalo Tuhan nggak hadir itu udah Tuhan buktikan saat aku menjadi WL di PD Moses selama 3 taon terakhir ini. Setelah WL, aku selalu merasakan damaiNya. Dengan merendahkan diri dihadapan Tuhan, mohon penyertaanNya, dan menyerahkan segala yang akan terjadi kepada Tuhan, membuat aku merasa bahwa Tuhan memakai aku sebagai saluran cintaNya kepada orang-orang di sekitarku.

Tuhan udah merubah kekuatiranku dan ketakutanku itu menjadi keberanian dan kemenangan di dalam Dia. Dengan selalu menjawab ‘ya’ kepada panggilan Tuhan, aku semakin hari semakin dibentuk menjadi serupa dengan Dia yang menciptakan aku.

Jangan salah, yang aku bilang adalah perasaan takut dan kuatir yang udah Tuhan rubahkan menjadi keberanian dan kemenangan. Kalo masalah pengen pipis sebelum nge-WL, deg-degan, dan pengen nangis waktu PD mau dimulai itu masih ada lah, namanya juga manusia hahaha. Tapi kemenangan rohani sudah Tuhan buktikan saat kita berjalan dalam Dia.

Bookmark and Share

0 comments: